{"id":721,"date":"2020-09-21T03:21:30","date_gmt":"2020-09-21T03:21:30","guid":{"rendered":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/?p=721"},"modified":"2020-09-21T03:22:20","modified_gmt":"2020-09-21T03:22:20","slug":"basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/","title":{"rendered":"Basmi Virus dengan Teknologi Plasma \u2018Corona Discharge\u2019"},"content":{"rendered":"\n<p>SEMARANG \u2013 Virus bakteri hingga jamur dapat bertahan hidup di udara dalam kurun waktu tertentu. Jika mikroorganisme tersebut terhirup saat kita bernafas, bisa mengakibatkan penyebaran beragam penyakit. Mulai dari flu, batuk hingga Covid-19.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTerlebih udara di dalam ruangan, karena sirkulasi tidak baik, bisa jadi udara tersebut kotor mengandung partikel debu, bakteri, virus dan jamur. Jika ini terhisap, saat kita bernafas, terlebih ketika imun tubuh kita sedang turun, badan sedang tidak bugar, maka hal tersebut berpotensi akan menimbulkan penyakit,\u201d papar guru besar Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip, Prof. Dr. Muhammad Nur DEA, saat ditemui di Laboratorium Teaching Industry, kampus Undip Tembalang, Semarang, Jumat (18\/9\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p>Berangkat dari kondisi tersebut, terlebih saat ini tengah terjadi pandemi Covid-19, pihaknya menciptakan inovasi Zeta Green, berupa alat penjernih udara atau penghasil udara segar (air puri\ufb01er) dengan teknologi teknologi plasma corona discharge.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita gunakan teknologi plasma, seperti diketahui plasma merupakan zat keempat setelah zat padat, zat cair dan gas. Cara kerjanya, secara sederhana bisa dijelaskan, udara kotor atau dalam ruangan, disedot kemudian dengan teknologi plasma corona discharge, udara tersebut dimurnikan, baru kemudian dikeluarkan kembali, berupa oksigen dan uap air. Jadi udara juga lebih segar,\u201d terang guru besar bidang Fisika tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Dipaparkan, dari pengujian yang sudah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Undip, alat tersebut terbukti mampu menurunkan jumlah virus, bakteri dan jamur dengan signi\ufb01kan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDari hasil uji coba, dalam ruangan berukuran 6 meter x 5 meter x 3 meter, atau 90 meter kubik, dalam kurun waktu satu jam, mikroorganisme tersebut bisa mati semua. Termasuk virus, semua mati saat dipapar teknologi plasma,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Prof. Nur menjelaskan, untuk meningkatkan daya hisap udara, pihaknya juga sudah meningkatkan kapasitas kipas penarik udara, hingga bentuk desain Zeta Green.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTujuannya agar udara kotor yang terhisap bisa semakin banyak, namun pada prinsipnya cara kerja tidak berubah,\u201d tandas peneliti di bidang teknologi plasma tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihaknya juga mendorong agar inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi tersebut, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui PT. Dipo Technology, Zeta Green sudah dilakukan hilirisasi hingga proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSejauh ini, sudah banyak lembaga, instansi, perkantoran, yang memanfaatkan Zeta Green untuk membantu, menjernihkan udara di ruangan. Harapannya, dengan alat ini, kita juga bisa terlindungi dari paparan bahaya penyakit, yang diakibatkan mikro organisme, termasuk bakteri, virus dan jamur,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terpisah, Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, menuturkan sebagai universitas riset, pihaknya harus ambil bagian dalam tri dharma perguruan tinggi. Termasuk dalam menangani lonjakan kasus pandemi Covid-19, tindakan preventif perlu dilakukan oleh berbagai pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita berharap dengan penelitian dan inovasi yang dilakukan oleh para dosen atau peneliti Undip, bisa turut membantu persoalan yang dihadapi masyarakat. Termasuk dalam penanganan Covid-19,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dijelaskan, selain inovasi Zeta Green, pihaknya juga memperkenalkan robot medis yang akan digunakan di rumah sakit, hingga robot yang digunakan di pos pelayanan publik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKesemuanya ini menjadi bentuk komitmen Undip, dalam dukungan penelitian dan pengembangan teknologi untuk penanganan dan menekan laju pertambahan kasus Covid-19,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>sumber:<a href=\"https:\/\/www.cendananews.com\/2020\/09\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> https:\/\/www.cendananews.com\/2020\/09\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge.html <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2013 Virus bakteri hingga jamur dapat bertahan hidup di udara dalam kurun waktu tertentu. Jika mikroorganisme tersebut terhirup saat kita bernafas, bisa mengakibatkan penyebaran beragam penyakit. Mulai dari flu, batuk hingga Covid-19. \u201cTerlebih udara di dalam ruangan, karena sirkulasi tidak baik, bisa jadi udara tersebut kotor mengandung partikel debu, bakteri, virus dan jamur. Jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Basmi Virus dengan Teknologi Plasma \u2018Corona Discharge\u2019 - Teaching Industry Universitas Diponegoro<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Basmi Virus dengan Teknologi Plasma \u2018Corona Discharge\u2019 - Teaching Industry Universitas Diponegoro\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SEMARANG \u2013 Virus bakteri hingga jamur dapat bertahan hidup di udara dalam kurun waktu tertentu. Jika mikroorganisme tersebut terhirup saat kita bernafas, bisa mengakibatkan penyebaran beragam penyakit. Mulai dari flu, batuk hingga Covid-19. \u201cTerlebih udara di dalam ruangan, karena sirkulasi tidak baik, bisa jadi udara tersebut kotor mengandung partikel debu, bakteri, virus dan jamur. Jika [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Teaching Industry Universitas Diponegoro\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-21T03:21:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-09-21T03:22:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/WhatsApp-Image-2020-09-21-at-07.31.20.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/\",\"name\":\"Teaching Industry Universitas Diponegoro\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/WhatsApp-Image-2020-09-21-at-07.31.20.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/\",\"name\":\"Basmi Virus dengan Teknologi Plasma \\u2018Corona Discharge\\u2019 - Teaching Industry Universitas Diponegoro\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-09-21T03:21:30+00:00\",\"dateModified\":\"2020-09-21T03:22:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#\/schema\/person\/9d9b6d81bf44cf2f1adfd2684dd19ae1\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2020\/09\/21\/basmi-virus-dengan-teknologi-plasma-corona-discharge\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#\/schema\/person\/9d9b6d81bf44cf2f1adfd2684dd19ae1\",\"name\":\"Andi Kinandana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/037beaa80c2074aa149556291ac88675?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Andi Kinandana\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/cpr.undip.ac.id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721"}],"collection":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=721"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":724,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions\/724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}