{"id":750,"date":"2021-03-01T02:26:53","date_gmt":"2021-03-01T02:26:53","guid":{"rendered":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/?p=750"},"modified":"2021-03-01T02:38:51","modified_gmt":"2021-03-01T02:38:51","slug":"kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/","title":{"rendered":"KUNJUNGAN ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) 2021"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Achmad Fajar Putranto<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika ada yang bertanya kepada saya \u201ckenapa kamu ingin melanjutkan pendidikan di Prancis?\u201d Jawaban saya adalah \u201ckarena fusi\u201d. Lalu mereka bertanya lebih jauh \u201ckenapa di Aix-Marseille Universit\u00e9 (AMU)?\u201d Maka saya jawab \u201ckarena fusi dan ITER<sup>1<\/sup> <em>(International Thermonuclear Experimental Reactor<\/em>)\u201d. &nbsp;Karena saya berpikir bahwa karena AMU merupakan kampus yang paling dekat dengan ITER maka saya berkesimpulan tidak terlalu sulit untuk berkunjung ke sana. Dan akhirnya, pada tanggal 19 Februari 2021, saya berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung kemegahan proyek ITER!<\/p>\n\n\n\n<p>Perkenalkan, saya Achmad Fajar Putranto, mahasiswa asal Indonesia lulusan Fisika Undip yang saat ini sedang menempuh pendidikan master di Aix-Marseille Universit\u00e9 (AMU) program <em>plasma science and nuclear fusion<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumat, 19 Februari 2021, saya dan mahasiswa <em>master of plasma science and nuclear fusion<\/em> lainnya &nbsp;bersama dengan teman-teman dari Fusion EP<sup>2 &nbsp;<\/sup>melakukan kunjungan ke ITER. Acara tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan <em>Cadarache Winter Event 2021<sup>3<\/sup><\/em> yang diselenggarakan oleh CEA-IRFM (<em>The French Alternative Energies and Atomic Energy Commission &#8211; Institute for Magnetic Fusion Research<\/em>) bekerja sama dengan beberapa <em>fusion master program<\/em> di Prancis dan master Fusion EP.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum masuk ke dalam lokasi konstruksi ITER, kami diwajibkan menggunakan helm pelindung, sepatu boot, dan sarung tangan tebal. Serta sebagai tanda bahwa kami merupakan tamu yang sudah terverifikasi untuk mengunjungi ITER, seluruh <em>visitors <\/em>diwajibkan mengalungi kartu pengunjung dan menggunakan rompi kuning.<\/p>\n\n\n\n<p>Acara \u201cITER master visit 2021\u201d dibagi menjadi beberapa rangkaian kegiatan. Pertama, sesi presentasi terkait ITER oleh Alberto Loarte yang merupakan \u201cITER section leader\u201d dalam pengoperasian plasma. Beliau memaparkan rencana perjalanan \u201cmembawa matahari ke bumi<sup>4<\/sup>\u201d yang nanti keluaran akhirnya adalah suatu reaktor daya komersil yang manfaatnya akan dirasakan oleh dunia; serta tantangan eksperimen yang sedang dan akan dihadapi dalam fisika dan <em>engineering<\/em>. Terdapat satu pernyataan menarik yang beliau katakan, \u201csebagian besar yang terlibat dalam eksperimen ini mengerti cukup baik bagaimana fisika bekerja di dalam tokamak<sup>5&nbsp; <\/sup>ITER tetapi sangat jarang yang mengerti dari kacamata <em>engineering<\/em>. Kita membutuhkan lebih banyak orang yang mengerti tentang hal-hal <em>engineering<\/em> di ITER. Karena semua aspek<em> engineering<\/em> di sini (ITER) sangatlah unik\u201d. Dan seketika saya berpikir untuk lebih mendalami aspek <em>engineering-<\/em>nya. Pada faktanya, untuk membangun suatu karya teknologi memang dibutuhkan kolaborasi yang kuat dari sektor sains dan <em>engineering<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesi selanjutnya merupakan sesi kunjungan langsung ke beberapa tempat manufaktur komponen ITER. Di awali dengan melihat secara langsung pembangunan \u201cpoloidal field coils\u201d.&nbsp; Pembuatan komponen ITER dikerjakan oleh 35 anggota ITER di mana setiap member memiliki bagiannya sendiri (dapat dilihat pada gambar 1; untuk negara kontribusi dari negara eropa, mereka direpresentasikan oleh uni-eropa) yang dibuat di negaranya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q1.jpg\"><img src=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3082\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 1. Kontribusi negara anggota ITER (Sumber: iter.org).<\/p>\n\n\n\n<p>Di karenakan ukurannya yang besar dan massanya yang sangat berat (diameter berkisar 17-24 meter dengan massa 200-400 ton), maka sejumlah empat dari enam \u201cpoloidal field coils\u201d dibangun secara langsung di ITER (<em>on-site fabrication; <\/em>dapat dilihat pada gambar 2) dan untuk dua \u201cpoloidal field coils\u201d teringan (memungkinkan untuk dilakukannya pengiriman antar negara) dibuat oleh Russia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q2.jpg\"><img src=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3083\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 2. Di dalam <em>on-site fabrication of poloidal field coils<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, kami para <em>visitors <\/em>diajak untuk melihat-lihat ke dalam tempat perakitan komponen ITER (<em>Assembly site<\/em>)yang ditunjukkan oleh gambar 3. Tidak terlalu jelas apa saja yang ada di dalam situ kecuali salah satu bagian dari <em>vacuum chamber <\/em>yang dapat dilihat pada gambar 4<em>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q3.jpg\"><img src=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q3-1024x481.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3084\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 3. Penampakan <em>assembly site <\/em>komponen ITER.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah di dalam <em>assembly site <\/em>selama kurang lebih 10 menit, kami semua diarahkan menuju tempat kunjungan terakhir yaitu kerangka pengungkung tokamak ITER (<em>cryostat<\/em>)<em>.<\/em> Memiliki tinggi 30 meter dengan diameter 28 meter, ITER <em>cryostat <\/em>merupakan <em>stainless steel high-vacuum pressure chamber <\/em>terbesar yang pernah dibangun (16000 m<sup>3<\/sup>) . Selain berperan sebagai tempat bersinggahnya 18 koil magnet superkonduktor (dengan tinggi 17 m yang tiap koilnya memiliki bobot 298 ton), <em>cryostat <\/em>juga berfungsi sebagai akses untuk pemanas tambahan dan <em>diagnostic systems. <\/em>Kami diberikan kesempatan untuk masuk ke dalam salah satu sisi <em>cryostat<\/em>. Sungguh, ini adalah <em>the most exciting moment <\/em>buat saya karena di dalam situ lah akan ditempatkan juga <em>vacuum chamber <\/em>di mana reaksi fusi nuklir akan terjadi. Karena terlalu menikmati <em>atmosphere <\/em>di dalam sana, saya hanya mengambil jepretan foto pada bagian tepat di hadapan saya yang dapat dilihat pada gambar 5 (sebelah kiri). Terlihat 4 <em>ports<\/em> di mana tiga di antaranya akan difungsikan sebagai akses pemanas tambahan <em>Neutral Beam Injection <\/em>dan satu lainnya sebagai akses <em>diagnostic system.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q4.jpg\"><img src=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q4-1024x667.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3085\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 4. ITER <em>vacuum chamber<\/em> (komponen berbentuk seperti huruf D).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q5.jpg\"><img src=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q5.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3086\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q6.jpg\"><img src=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q6.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3087\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 5. (atas) bagian dalam <em>cryostat <\/em>yang sudah dibangun; <br>(bawah) illustrasi <em>cryostat <\/em>(sumber: iter.org).<\/p>\n\n\n\n<p><sup>1<\/sup>ITER merupakan suatu reaktor fusi eksperimental yang sedang dibangun di Saint Paul Les Durance, Prancis melalui konsorsium 35 negara.<br><sup>2<\/sup>Fusion EP merupakan salah program master Erasmus-Mundus yang didanai oleh Uni-Eropa.<br><sup>3<\/sup>Cadarache Winter Event 2021 merupakan suatu kegiatan belajar berbasis penelitian yang diselenggarakan oleh CEA-IRFM untuk mahasiswa master fusi di Prancis dan Fusion EP.<br><sup>4\u201d<\/sup>Membawa matahari ke bumi\u201d merupakan jargon dari pembangunan reaktor fusi nuklir.<br><sup>5<\/sup>Tokamak merupakan reactor eksperimen fusi berbasis pengungkungan magnetik.<br><\/p>\n\n\n\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;Selesai&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/p>\n\n\n\n<p>PS: Terlepas dari tantangan yang sedang dan akan dihadapi dalam perealisasian reaktor fusi nuklir, dalam 2.5 dekade terakhir, sudah banyak&nbsp;<em>milestones&nbsp;<\/em>baru dalam perkembangan fusi nuklir yang diukir. Saya sebagai salah seorang mahasiswa yang sedang menekuni bidang ini, tentu punya harapan yang besar terhadap terwujudnya reaktor ini di masa depan untuk kebaikan seluruh umat manusia. Kunci dari tercapainya misi besar ini adalah dengan terus optimis akan mimpi ini dan terus bekerja. Kemudian semua akan terealisasi dengan izin Yang Maha Kuasa.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Achmad Fajar Putranto Ketika ada yang bertanya kepada saya \u201ckenapa kamu ingin melanjutkan pendidikan di Prancis?\u201d Jawaban saya adalah \u201ckarena fusi\u201d. Lalu mereka bertanya lebih jauh \u201ckenapa di Aix-Marseille Universit\u00e9 (AMU)?\u201d Maka saya jawab \u201ckarena fusi dan ITER1 (International Thermonuclear Experimental Reactor)\u201d. &nbsp;Karena saya berpikir bahwa karena AMU merupakan kampus yang paling dekat dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v15.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>KUNJUNGAN ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) 2021 - Teaching Industry Universitas Diponegoro<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KUNJUNGAN ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) 2021 - Teaching Industry Universitas Diponegoro\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Achmad Fajar Putranto Ketika ada yang bertanya kepada saya \u201ckenapa kamu ingin melanjutkan pendidikan di Prancis?\u201d Jawaban saya adalah \u201ckarena fusi\u201d. Lalu mereka bertanya lebih jauh \u201ckenapa di Aix-Marseille Universit\u00e9 (AMU)?\u201d Maka saya jawab \u201ckarena fusi dan ITER1 (International Thermonuclear Experimental Reactor)\u201d. &nbsp;Karena saya berpikir bahwa karena AMU merupakan kampus yang paling dekat dengan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Teaching Industry Universitas Diponegoro\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-01T02:26:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-03-01T02:38:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q1.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 minutes\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/\",\"name\":\"Teaching Industry Universitas Diponegoro\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/cpr.undip.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/q1.jpg\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/\",\"name\":\"KUNJUNGAN ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) 2021 - Teaching Industry Universitas Diponegoro\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-03-01T02:26:53+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-01T02:38:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#\/schema\/person\/9d9b6d81bf44cf2f1adfd2684dd19ae1\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/2021\/03\/01\/kunjungan-iter-international-thermonuclear-experimental-reactor-2021\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#\/schema\/person\/9d9b6d81bf44cf2f1adfd2684dd19ae1\",\"name\":\"Andi Kinandana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/037beaa80c2074aa149556291ac88675?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Andi Kinandana\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/cpr.undip.ac.id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750"}],"collection":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=750"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":753,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750\/revisions\/753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teachingindustry.undip.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}