PELATIHAN BERSERTIFIKAT LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI (LSP) KEPUTUSAN KETUA BNSP NO. 1355/BNSP/XII/2017

1. Pengukuran Konsentrasi Ozon

Pendahuluan

Pengukuran Ozon sudah menyebar ke berbagai bidang, antara lain kesehatan , pertanian, industry makanan, industry air minum, pengolahan limbah industi, pengolahan limbah rumah sakit. Konsentrasi ozon sangat menentukan untuk tujuan tujuan-tujuan aplikasi.

Pengukuran konsentrasi yang akan mendapatkan sertifikat terkait daya, pengukuran konsentrasi melalui :

  1. Metode Titrasi
  2. Metode Absorbansi
  3. Metode Kolorimetri
  4. Metode Spektrofotometri

Pelatihan ini dikaitkan juga pemanfaatan ozon untuk penyimpanan produk hortikultura dalam penyimpanan dingin sesuai dengan SNI 8759 :2019 tentang alat penyimpanan produk hortikultura pascapanen menggunakan teknologi ozon-syarat mutu dan metode uji.

Sertifikat dari LSP merupakan sertifikat pendamping ijazah yang sangat baik bagi seorang sarjana/ sarjana terapan.

Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi tersebut, para calon terlebih dahulu mengikuti pelatihan sebelum uji kompetensi.

Siapa yang bisa sebagai peserta :

Peserta dapat dari kalangan mahasiswa D3, D4 dan S1 yang berminat untuk mendalami keahlian pemanfaatan ozon kedalam berbagai bidang.

Syarat peserta :

  • Lulusan D3/S1 atau mahasiswa minimum semester 6
  • Transkrip Nilai dengan perhitungan Indeks Prestasi Komulatif (IPK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Kurikulum Pelatihan :

Kurikulum Pelatihan telah disesuaikan dengan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk level-5 dan level-6

Biaya Pelatihan dan Sertifikat :

Terdapat 3 skema biaya pelatihan dan sertifikat, antara lain :

  1. Ditanggung peserta
  2. Mendapat subsidi dari Depnaker
  3. Mendapat subsidi dari Dikti

Biaya minimum Rp 750.000,-

2. Kompetensi Pemeriksaan Kuantitatif Mikrobiologi Udara dalam Ruangan dengan menggunakan Microbial Air Monitoring System (MAS-100 NT)

Pendahuluan

Udara dalam ruangan belum tentu bebas dari mikroorganisme. Kesehatan dalam ruangan tersebut akan terganggu jika ruangan telah terkontaminasi oleh mikroorganisme (bakteri, jamu, virus). Kompetensi pemeriksaan mikrobiologi dalam ruangan semakin hari semakin dibutuhkan. Beberapa instansi di Rumah Sakit, Industri, Ruang Pertemuan, Hotel, Bandara, Stasiun dan Tempat-tempat umum lainnya.

Penyebaran penyakit menular dan nosokomial semakin menuntut kemampuan petugas dalam menentukan kuantitas mikrobiologi udara dalam ruangan

Kompetensi

Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk pengukuran ini termasuk standard level-5 yang dalam hal ini peserta pelatihan dan bersertifikat memiliki kompetensi antara lain :

  1. Kompetensi dalam menggunakan Microbial Air Monitoring System (MAS-100 NT)
  2. Kompetensi dalam menyiapakan media untuk pengambilan sampel dan kompetensi dalam pengambilan sampel udara
  3. Kompetensi dalam melakukan perhitungan dan penentuan jumlah koloni mikroba udara

Siapa yang bisa sebagai peserta :

Peserta dapat dari kalangan mahasiswa D3, D4 dan S1 yang berminat untuk mendalami keahlian pemanfaatan ozon kedalam berbagai bidang.

Syarat peserta :

  • Lulusan D3/S1 atau mahasiswa minimum semester 6
  • Transkrip Nilai dengan perhitungan Indeks Prestasi Komulatif (IPK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Kurikulum Pelatihan :

Kurikulum Pelatihan telah disesuaikan dengan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk level-5 dan level-6

Biaya Pelatihan dan Sertifikat :

Terdapat 3 skema biaya pelatihan dan sertifikat, antara lain :

  1. Ditanggung peserta
  2. Mendapat subsidi dari Depnaker
  3. Mendapat subsidi dari Dikti

Biaya minimum Rp 750.000,-

3. Treatment Pascapanen Produk Hortikultura sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8759:2019

Pendahuluan

Standar Nasional Indonesia (SNI) 8759:2019 dengan judul Alat penyimpanan produk hortikultura pascapanen menggunakan teknologi ozon – Syarat mutu dan metode uji merupakan standar baru. Standar ini dirumuskan dengan tujuan sebagai berikut:

a. adanya jaminan kualitas produk bagi konsumen.

b. adanya acuan standar produk bagi produsen dalam memproduksi Alat penyimpanan produk hortikultura pascapanen menggunakan Teknologi Ozon, dengan memperhatikan kemampuan dalam negeri.

Standar ini menyangkut sistem pengujian keluaran ozon dari generator, ukuran bak pencucian dan volume air untuk pencucian dan waktu pelarutan ozon. Standar ini memberikan persyaratan dan ukuran rak penirisan sekaligus wadah pencucian produk hortikultura. Standar ini memberikan kriteria ukuran penyimpanan dingin, instalasi pemipaan aliran ozon dan waktu pengiriman ozon ke dalam penyimpanan dingin. Waktu pelarutan ozon kedalan air dalam bak pencucian tergantung pada volume air, dan waktu pengaliran ozon ke dalam ruang penyimpanan dingin tergantung pada volume ruang penyimanan dingin dan kapasitas generator ozon. Standar ini juga memberikan standar produk hasil penyimpanan. 

Kompetensi

Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia untuk pengukuran ini termasuk standard level-5 yang dalam hal ini peserta pelatihan dan bersertifikat memiliki kompetensi antara lain :

  1. Kompetensi dalam pengukuran partikel padatan terlarut dalam air diukur dengan menggunakan TDS-Meter (Total Disolved Solid Meter) pada air yang diambil dari air yang digunakan di bak pencucian.
  2. Kompetensi dalam pengukuran konsentrasi ozon terlarut dalam air
  3. Kompetensi dalam pengukuran kapasitas generator ozon. Kapasitas ozon yang dihasilkan oleh sebuah reaktor dengan menggunakan cara perhitungan
  4. Kompetensi dalam perlakuan produk hortikultura dari pascapanen sampai siap konsumsi

Siapa yang bisa sebagai peserta :

Peserta dapat dari kalangan mahasiswa D3, D4 dan S1 yang berminat untuk mendalami keahlian pemanfaatan ozon kedalam berbagai bidang.

Syarat peserta :

  • Lulusan D3/S1 atau mahasiswa minimum semester 6
  • Transkrip Nilai dengan perhitungan Indeks Prestasi Komulatif (IPK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Kurikulum Pelatihan :

Kurikulum Pelatihan telah disesuaikan dengan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk level-5 dan level-6

Biaya Pelatihan dan Sertifikat :

Terdapat 3 skema biaya pelatihan dan sertifikat, antara lain :

  1. Ditanggung peserta
  2. Mendapat subsidi dari Depnaker
  3. Mendapat subsidi dari Dikti

Biaya minimum Rp 750.000,-